Hari ini kamis tanggal 1 Maret 2012, pagi ini saya berangkat dari rumah agak lebih pagi dari biasanya karena semalam kendaraan saya saya tinggal di kantor dan hari ini saya harus naik angkutan umum.
Dari depan komplek saya naik angkot jurusan ke Lebak Bulus No angkot 106, hari ini hujan rintik saya menggunakan payung dan saya memberhentikan angkot yang pada saat itu sudah berisi 5 orang di sisi samping kiri dan di sisi samping kanan 2 orang, saya duduk di sisi sebelah kanan , tepat di tengah kedua orang tersebut.
Sebelah kanan saya adalah seorang bapak dan sebelah kiri saya seorang ibu yang berumur tetapi dari penampilannya ibu itu masih terlihat cantik dengan jilbab bergo + baju batik yang di gunakannya , ibu itu tersenyum kepada saya dan saya balas kembali dengan senyuman, dia menyapa saya dengan “turun di mana dek?” saya jawab “Saya turun nanti sebelum Pasar jum’at bu” ibu itu bilang : “Oh di PDK?” saya jawab “Iya, dari situ nanti saya naik ojek ke kantor” dan ibu itu menjawab lagi : “Memang berkantor di mana?”……….. akhirnya percakapan kami menjadi panjang , ternyata ibu itu sudah berusia 66 tahun dan saat ini dia akan mengajar bahasa inggris di TK Al-Fath di daerah Cirendeu Ciputat, setelah itu dia juga harus mengajar Private jam 6 sampai jam 7 malam nanti di daerah pondok labu, saat ini beliau tinggal sendiri di komplek INKOPAD Parung, dalam waktu yang sangat terbatas sekitar 20 menit ibu itu dapat menceritakan seluruh kisah hidupnya kepada saya.
Berikut sekelumit kisah Ibu LIENA yang saya temui pagi ini,….
Ibu ini adalah seorang anak priyayi Solo dan keluarga nya dari 10 orang bersaudara sekarang yang masih hidup 3 orang Ibu Liena tinggal di Parung dan kedua kakaknya yang tinggal di Jogya. Ibu Liena memiliki 4 orang anak, 1 orang anaknya sudah meninggal dunia, 1 perempuan menjadi dokter, 2 orang anak laki-lakinya menjadi Insinyur (Ir), dia adalah bekas seorang istri angkatan darat suaminya seorang Letnan Kolonel.
Di awal perkawinannya dia mendapatkan tekanan yang sangat besar dari mertuanya yang cemburu kepada nya, dia merasa masih sangat memiliki anaknya. Ibu Liena dan suami mengalami kebahagiaan sampai dengan ibu Liena melahirkan anak pertama dan ibunya ikut tinggal bersama dalam keluarganya , suaminya terus memukuli nya sampai anaknya semua kuliah dan akhirnya Ibu Liena sudah tidak tahan lagi dan berpisah, banyak permasalahan yang terjadi dalam keluarga Ibu Liena ini, DIA Bertahan hanya untuk ANAK-ANAK nya karena dia tidak ingin anaknya tinggal bersama ibu tiri itu adalah alasan pertama dan alasan kedua adalah dia ingin anaknya mengantongi gelar pendidikan sampai sarjana.
Beliau sangat dekat dengan ibu pejabat (Jendral,.......) dan pemilik salah satu yayasan pendidikan ternama di Jakarta, sehingga beliau dapat mengajar dan dalam usianya yang ke 66 tahun dan masih bisa berkarya, bahkan dia bilang dia masih mencari uang dengan membuat cheese stik dan di titipkan ke cafeteria sekolah tempat dia mengajar.
Ibu LIENA ini berprinsip, tidak ingin meminta dan tidak ingin menyusahkan orang untuk kebutuhannya (Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah) dan ibu Liena ini tidak ingin menjadi tangan di bawah .
HEBAT! Itu yang aku fikirkan saat bicara dengan nya, aku mengelus-elus pundak itu sambil tulus dari dalam hati keluar doa untuk nya,… Semoga Ibu LIENA di berikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan ini Ya Allah, dan kembali dalam sholat Dzuhur dan Ashar ku siang ini aku berdo’a untuk hal yang sama,.. Amiiin.
Yang membuat aku terharu dan menitikkan air mata adalah saat dia mengatakan beberapa saat lalu saat ia mendapat rizki entah dari mana sebesar Rp. 40 juta rupiah,… itu sudah dia belikan tanah makam untuknya dan bahkan dia sudah mengurus untuk transport jenazahnya nanti untuk di bawa ke Jogja, serta untuk acara Tak’ziah sudah di urusnya.
Saat ini Ibu LIENA tinggal sendiri di rumahnya INKOPAD, dan dia berharap saya dan anak saya Nadya untuk main ke rumah nya,.. bahkan dia sempat mencium saya di angkot tersebut 2 kali, saya juga menguatkannya dengan mencium tangan Beliau,.. seperti nya beliau menangis,.. dan saat itu juga Beliau bilang mengangkat saya menjadi anaknya, dia memberi 2 nomor telepon kepada saya, dia berharap saya dapat menelpon nya.
WISH YOU ALL THE BEST IBU LIENA,…. Banyak Hikmah yang aku ambil dari kisah ibu pagi ini,….
By. Zee
No comments:
Post a Comment